Tahaddu Tahabbu, Mengajarkan Anak Saling Memberi Hadiah Agar Saling Mengasihi

Tahaddu Tahabbu Saling Memberi Hadiah

Memasuki 10 hari Ramadan, masya Allah tinggal beberapa hari saja kita semua akan menyambut Hari Raya idul Fitri 1444H.

Antara senang dan sedih lho akuuu.

Gimana yah, sebentar lagi kita akan ditinggal pergi bulan suci Ramadan ini. Dan menunggu lama untuk berjumpa kembali. Sedangkan kita tidak tahu apakah masih diberi kesempatan untuk berjumpa lagi?

Belum lagi ibadah yang masih harus ditingkatkan dan belum maksimal.

Senangnya saat kita kembali fitri dan merayakan kemenangan setelah insya Allah berpuasa 30 hari (aku udah bolong sii huhuhu). Momen lebaran emang mempunyai ceritanya sendiri. Tradisi pulang kampung dan bersilaturahim.

Sekarang malah ada tradisi baru. Saling kirim hampers!

Baca Juga:

5 Tips Mudik Bawa Anak agar Tetap Aman dan Nyaman

Tradisi Mengirim Hampers Lebaran

Ternyata memang mengirim hampers lebaran ini sudah banyak dilakukan di berbagai penjuru dunia. Tak hanya hari raya, tapi juga acara spesial misalnya ulang tahun atau anniversary.

Nah, di sini sendiri mulai kirim hampers untuk sahabat dan kerabat ya kebanyakan 10 hari terakhir mendekati lebaran.

Aku sendiri alhamdulillah dapet lumayan banyak hampers lebaran. Terus apakah ada kewajiban membalasnya?

Tahaddu Tahabbu, Saling Memberi Hadiah Agar Saling Mengasihi

Anak-anak juga tahu kalau ibunya dapet banyak banget kriiman. Tentu saja anak-anak juga suka dan menikmatinya. Aku juga langsung memberi tahu tentang salah satu kemuliaan ajaran islam yaotu sunnah memberikan hadiah kepada orang lain.

Tentu saja mereka yang memberi tak mengaharapkan imbal balik. Tapi tak mengapa juga kita mengasihi dengan memberi kembali. Atau mungkin malah memberi dulu ke orang lain juga bagus!

Aku bilang ke anak-anak, saling memberi hadiah akan menumbuhkan perasaan cinta kasih karena membahagiakan orang lain. Menghilangkan perasaan yang bisa merusak persaudaraan seperti hasad, dengki, dan iri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Mengajarjan Adab Memberi dan Menerima Hadiah

Jangan lupa juga mengajarkan kepada anak-anak adab memberi dan menerima hadiah. Iringi selalu dengan adab yang baik untuk melakukan semua aktivitas.

Adab Memberi Hadiah

1. Menghormati

Mulailah dengan menghargai atau menghormati orang yang akan diberi hadiah. Tunjukkan kepada mereka kalau kita yang memberi juga bahagia, dan iringi dengan rasa suka saat memberikan hadiah.

2.Bersyukur

Ajarkan kepada anak-anak agar lebih banyak memberi dan bersyukur masih bisa berbagi kepada orang lain.

3. Ikhlas

Tangan di atas memang lebih baik daripada tangan di bawah. Maka setelah memberi, jangan pernah berharap untuk mendapatkan imbalan kembali. Kalau memang nanti diberi lagi ya harus berterima kasih dan bersyukur kembali.

Baca Juga:

Mendidik Calon Pejuang Subuh

Adab Menerima Hadiah

1. Ucapkan Terima Kasih

Aku sendiri selalu mengingatkan kepada anak-anak untuk selalu berterima kasih pada apa saja yang diberikan orang lain. Bukan hanya barang, tapi juga jasa atau pertolongan. Tiga mantra ajaib: terima kasih, tolong, maaf adalah kata yang terus aku ulang agar anak-anak selalu ingat.

2. Bersyukur

Memulai dengan mengucapkan terima kasih kemudian bersyukur kepada Allah karena nikmat rezeki yang telah didapatkan.

Bukan tentang nominalnya atau isinya. Karena pada hakikatnya tujuan pemberi hadiah itu menunjukkan perhatian dan kasih sayang orang lain kepada kita.

Masya Allah tabarakallah. Ternyata orang lain masih mengingat kita dan menyempatkan waktu memberi hadiah lho.

Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. An-Nisa’ ayat 86,

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.”

Dalam hadits disebutkan bahwa ‘Aisyah menceritakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.” (HR. Bukhori, no 2585).

3. Balas dengan Doa

Namun bila kita sendiri belum mampu membalas kembali pemberian hadiah yang diberikan, maka cukup dengan mendoakan kebaikan bagi pemberi hadiah tersebut.

Insya Allah dengan saling berbuat baik dan saling memberi hadiah akan menumbuhkan persaudaraan yang semakin erat dalam menjalin ukhuwah.

Karena Allah mencintai hamba-Nya yang saling mencintai karena Allah.

Selamat saling berbagi hadiah 🙂

By thekurniawans

The Kurniawans adalah sebuah catatan keluarga, jelajahi kisah pengasuhan, perjalanan, dan semua cerita menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *