Education,  Playground

Kreasi Cheese Ball Ala KRAFT Quick Melt, Jadikan Akhir Pekan Lebih Ceria

Kreasi Cheese Ball Ala KRAFT Quick Melt

“Ibuuuu, ngga ada jajan tah di kulkas?”

Tanya Ghazan yang hobby banget buka tutup kulkas. Padahal dia juga tahu seberapa sering buka tutup, tetep aja ngga ada jajan di dalamnya. Hehehe.

Dia akhirnya minum susu yang ada di kulkas. Kasihan banget wkwkwk.

Sebentar kemudian giliran adiknya, “Buuuu ngga ada apa gitu yang bisa di makan?”

Ya ampun anak-anak nih kalau liburan sekolah, parah deh gabutnya. Kerjanya cume gegoleran di depan TV, terus buka tutup kulkas. Udah gitu aja seharian.

Ghazi pun bilang, “Bikin jajan yuk buu..”

“Mau bikin apa sih?” tanyaku yang lagi banyak deadline dan jujur males banget sebenernya. Tapi ngga tega juga lihat anak-anak gabut.

“Ya, ibu punya apa dong?” tanya Ghazi. Buset dah ini anak kalau udah minta sesuatu, bakal dikejar terus deh.

Aku buka-buka laci dapur, cuma punya keju, tepung panir, terigu. Bisa bikin apaan nih bahan cuma segini?

Aku buka-buka aja lah bundakraft.com, barangkali dapet wangsit. Eh, ya ampun kok pas banget nemu kreasi Cheese Ball Ala KRAFT Quick Melt. Bahannya mah ada semua tuh di dapur. Asyikkkk!

“Gaesss, Ibu udah tahu nih mau bikin apa. Tapi janji ya bantuin! Biar ngga pada gabut!”

“Ayoooo Buuuuu!” jawab mereka.

Jangan Larang Anak Laki-Laki Memasak

“Anak laki-laki kok mainnya di dapur. Pamali!”

Begitu kata orang-orang jaman dulu. Anak laki-laki harus main mobil-mobilan. Anak perempuan harus main masak-masakkan.

Padahal kan kemampuan memasak salah satu skill yang wajib dimiliki baik oleh perempuan maupun laki-laki.

Ngga memalukan kok kalau seorang laki-laki pandai memasak membantu istrinya di dapur. Atau amungkin ada hari khusus buat istri agar bisa istirahat tanpa masak atau beres-beres sehari aja.

Pernah tahu ngga kang nasi goreng pinggir jalan ada yang cewe? Atau kang martabak pinggir jalan cewe? Hehehe.

Cheff pun banyak yang cowo dan masakan mereka ngga kaleng-kaleng! Ada Cheff Juna, Cheff Arnold Purnomo dan Cheff Bara. Cheff Arnold dan Cheff Juna bahkan jadi juri acara memasak hits Tanah Air.

Dilansir dari kumparan.com, Dra. Dina Ramayanti. Psi mengungkapkan “Dalam memasak tidak lagi memasalahkan perihal gender, anak laki-laki bisa belajar memasak.”

Beliau berpandangan bahwa laki-laki ngga boleh memasak karena ada anggapan kalau memasak bukan jenis pekerjaan yang menjanjikan.

Padahal laki-laki kelak dituntut menjadi kepala keluarga dengan mata pencaharian yang jelas. Kini bisa kamu lihat kan kalau memasak bisa jadi pekerjaan utama yang menjanjikan.

Jadi jangan larang anak laki-laki yang ingin belajar memasak. Memasak bisa melatih saraf motorik halus, kesabaran, dan meningkatkan bonding.

Manfaat Anak Belajar Memasak

Mengasah keterampilan hidup

Jangan menggantungkan semua pekerjaan rumah pada perempuan. Semua orang bisa belajar memasak sebagai salah satu bekal keterampilan hidup. Kalau istrim sakit, kamu bisa memasakkan sesuatu untuknya. Bener kan?

Melatih Motorik Halus

Melatih motorik halus ngga cuma diajarkan buat anak perempuan, tapi laki-laki juga. Jadi memang ngga ada pengaruhnya memasak dengan gender seseorang.

Anak bisa mulai dengan mencuci peralatan masak, menyiapkan bahan dan mengukur kebutuhan bahan,

Mulai memotong buah, keju, apa saja, mengayak tepung, menakar bahan, menimbang bahan, mengocok telur dan lain sebagainya.

Saat motorik halus anak terasah, maka anak bisa melakukan keterampilang fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata dengan tangan.

Menstimulasi Kognitif Anak

Saat memasak bersama, pasti akan ada komunikasi antara orang tua dan anak. Bahan obrolannya juga akan ber variasi.

Moms bisa memancing anak-anak dengan bertanya makanan apa yang ingin dimakan dan dimasak bersama?

Ini akan merangsang kognitif anak sehingga anak terbiasa berpikir. Moms juga akan mendengar pendapat anak tentang suatu hal. Mereka akan terbiasa mengungkapkan pendapat juga.

Kemudian berikanlak apresiasi pada anak setelah selesai memasak untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

Menstimulasi Emosi Anak

Hai, ternyata kegiatan memasak bersama juga bisa menstimulasi emosi anak lho, anak bisa merasa senang karena bisa membantu dan diajak bekerja sama.

Kadang juga ada yang ngga sabaran misalnya dalam memotong-motong bahan, menimbang dengan takaran tertentu, bisa keluar juga emosi marah, kesal, dan emosi random lainnya. Hehee.

Moms bisa sambil mengajak ngobrol bagaimana mengendalikan emosi mereka, menyalurkan dengan cara yang benar.

Kalau udah berhasil pun jangan lupa selalu beri apresiasi agar semakin meningkat rasa percaya dirinya. Ini penting juga untuk proses rumbuh kembang anak.

Meningkatkan Bonding

Selain sangat menyennagkan, masak berama di akhir pekan juga bermanfaat banget untuk mempererat hubungan anatara orang tua dan anak.

Moms pun bisa juga mengajarkan tradisi keluarga yang diturunkan. Misalnya kemarin saat aku sedang bikin Jenang Suro untuk kemudian dibagikan ke tetangga. Pasti anak-anak akan bertanya, “Bikin apa sih Bu? Kok rasanya gini yah. Aku belum pernah makan.”

Aku sekalian menjelaskan kalau Bubur Suro berasal dari kata Asyuro yaitu bubur yang diberi santan dan kelapa dengan lauk di atasnya bisa kering tempe, telur, abon, dan banyak lagi. Kemudian dimakan bersama keluarga, tetangga atau dibagikan ke anak yatim, serta untuk mereka yang sedang tidak puasa atua dimakan saat berbuka.

Jadi kegiatan masak berama ini juga bisa meningkatkan bonding, makin kompak dan membangun ikatan yang kuat sama saudara yang lainnya. Karena mereka secara otomatis akan membagi kerja, sesuai jobdesc.

Seru pokoknya!

Baca Juga:

Cheese Ball Ala KRAFT Quick Melt, Leleh Sempurna Anti Gagal

Sekarang saatnya eksekusi bahan-bahan sederhana yang bikin anak-anak ketagihan!

Bahan:

Bahan membuat Cheese Ball

165 gr KRAFT Quick Melt

250 gr Tepung Panir

250 gr Tepung Terigu

Secukupnya Air

Cara Memasak:

  1. Potong dadu KRAFT Quick Melt.

  1. Tuang air sedikit-sedikit ke dalam tepung sampai tekstur agak kental.
  2. Masukkan dalam tepung panir sambil dibulat-bulatkan.
  3. Siapkan minyak panas dengan api kecil, goreng sampai kuning emas.

Gimana? Mudah bukan?

Hasil kreasi Cheese Ball Ala KRAFT Qucik Melt

Setelah digoreng kejunya tutuh leleh didalemnya, enak banget deh apalagi luarnya renyah. Asli deh ketagihan. Gorengnya belum selesai semua aja udah lude suluan di piring. Hehehe.

Kenapa Harus KRAFT Quick Melt?

KRAFT Quick Melt

 

KRAFT Quick Melt ini leleh lebih cepat hanya dalam 3 menit, bertekstur sempurna (lelehnya sempurna tidak terlalu cair/encer). Terus punya rasa lezat dan gurih kejunya khas banget.

Bebikinan menggunakan KRAFT Quick Melt tuh menjadikan waktu berkualitas bersama keluarga di akhir pekan, jadi lebih bermakna tentunya.

Kerasi sederhana menjadi lebih spesial dengan pengalaman seru saat menikmatinya.

Penutup

Meski masih anak-anak, bukan berarti memasak tak bisa diajarkan pada mereka. Moms bisa mengajak memasak makanan sederhana bersama-sama di akhir pekan. Terutama pada anak laki-laki. Ternyata banyak sekali manfaatnya!

Salah satu resep sederhana yang bisa dibikin bersama di rumah adalah kreasi Cheese Ball Ala KRAFT Quick Melt. Bahannya mudah, cara bikinnya simple dan anak-anak ketagihan semua. Cara asyik menikmati akhir pekan bersama keluarga.

Yuk coba bikin bareng anak-anak di rumah, Moms!

Referensi:

https://bundakraft.com/

https://kumparan.com/kumparanmom/psikolog-anak-laki-laki-boleh-kok-diajari-memasak-ini-alasannya-1543480119574732100

https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/berbagai-manfaat-masak-bersama-anak-di-akhir-pekan

The Kurniawans adalah sebuah catatan keluarga, jelajahi kisah pengasuhan, perjalanan, dan semua cerita menyenangkan.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.