
Bulan pertama kehidupan merupakan periode paling rawan bagi bayi. Maka dari itu, kamu sebagai orang tua perlu lebih peka terhadap setiap perubahan kondisi si kecil.
Padahal, mayoritas kasus kematian balita justru terjadi pada kurun 28 hari pertama kehidupannya. Jika kamu menemukan beberapa gejala bahaya berikut, segera bawa bayi ke rumah sakit ibu dan anak, seperti RS Bunda. Berikut ulasannya.
1. Bayi Mengalami Kejang
Kejang menuntut pertolongan medis tercepat karena menandakan gangguan serius pada tubuh bayi. Kondisi ini tergolong sebagai tanda infeksi berat atau penyakit kritis yang membutuhkan penanganan darurat. Oleh karena itu, bayi yang mengalami kejang harus segera dirujuk ke rumah sakit.
Kejang pada bayi baru lahir sering kali tampak lebih halus daripada anak yang lebih besar. Gejalanya bisa berupa mata mendelik, gerakan tangan yang tidak biasa, mulut mencucu, hingga tangisan melengking.
Jika kamu melihat tanda-tanda tidak wajar ini, segera bawa bayi ke IGD tanpa menunggu timbulnya gejala lain.
2. Bayi Tidak Mau atau Tidak Kuat Menyusu

Kemampuan menyusu merupakan indikator penting dalam memantau kesehatan bayi baru lahir. Penurunan daya isap atau penolakan untuk menyusu secara tiba-tiba patut kamu waspadai. Kondisi bayi yang sama sekali tidak bisa menyusu merupakan sinyal bahaya yang sering berkaitan dengan infeksi berat.
Masalah ini perlu ditangani dengan cepat agar asupan energi dan kadar gula darah bayi tidak merosot drastis. Jika bayi masih memiliki kemampuan, upayakan untuk tetap memberikannya ASI.
Namun, apabila bayi sudah sama sekali tidak mampu menyusu, segera bawa ia ke rumah sakit untuk perawatan medis mendesak.
3. Napas Bayi Cepat hingga 60 Kali per Menit atau Lebih
Laju napas yang terlalu cepat dapat menjadi sinyal awal terjadinya infeksi paru atau saluran pernapasan. Frekuensi napas dikategorikan cepat jika mencapai 60 kali per menit atau lebih saat bayi sedang tenang.
Jika kamu menghitung angka tersebut pada hitungan pertama, lakukan penghitungan ulang selama satu menit penuh untuk memastikannya.
Penyebab napas cepat perlu segera dipastikan oleh dokter melalui pemeriksaan medis. Pada bayi berusia di bawah 7 hari, gejala ini menjadi penanda kuat adanya infeksi bakteri berat.
Sementara pada bayi yang lebih tua, kondisi ini bisa mengarah pada pneumonia yang memerlukan penanganan antibiotik secara tepat.
4. Tarikan Dinding Dada yang Kuat saat Bernapas
Tarikan dinding dada ke dalam menunjukkan bahwa bayi bekerja sangat keras untuk menghirup udara. Kondisi ini menandakan adanya gangguan pernapasan serius atau infeksi berat pada paru-paru. Gejala ini sering kali disertai dengan napas yang memburu atau sesak.
Di sisi lain, kamu juga perlu memperhatikan perubahan warna pada kulit si kecil. Waspadai jika area sekitar mulut, tangan, atau kaki mulai tampak kebiruan.
Kombinasi tarikan dada dan warna kulit membiru merupakan kondisi darurat yang harus segera mendapat tindakan medis.
Baca Juga: Persiapan Finansial Sebelum Tangisan Pertama itu Datang
5. Bayi Merintih atau Menangis Terus-menerus

Bayi yang merintih atau menangis tanpa henti menandakan adanya rasa sakit atau ketidaknyamanan yang hebat. Suara rintihan ini berbeda dari tangisan rewel biasa dan sering kali menjadi tanda penyakit yang sangat berat. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya tidak mengabaikan perubahan suara tangisan si kecil.
Perhatikan pula apakah rintihan tersebut disertai dengan penurunan aktivitas tubuh. Jika bayi merintih sambil terlihat sangat lemas, tidak aktif bergerak, atau enggan menyusu, segera periksakan ke dokter. Jangan menunda pemeriksaan hingga kondisi fisik bayi semakin memburuk.
Penanganan Bayi dengan Keluhan Akut di IGD dan Poli Anak RSIA Bunda
Saat bayi menunjukkan gejala bahaya, membawa si kecil ke rumah sakit ibu dan anak yang siaga merupakan langkah paling tepat. IGD RSIA Bunda Jakarta beroperasi 24 jam penuh dengan tim medis profesional dan fasilitas resusitasi yang lengkap. Pasien gawat darurat akan langsung mendapatkan pertolongan prioritas secara cepat tanpa hambatan administrasi awal.
Selain IGD, ambulans RS Bunda juga siaga 24 jam untuk memberikan transportasi medis darurat jika diperlukan. Setelah kondisi krisis terlewati, perawatan dapat dilanjutkan di fasilitas intensif neonatal seperti NICU RS Bunda.
Bagi keluhan yang tidak bersifat darurat, kamu dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak di poliklinik RSIA Bunda Jakarta.
Booking Dokter Sekarang untuk Pemeriksaan Bayi di RS Bunda
Mengenali lima gejala bahaya sejak dini merupakan kunci utama keselamatan bayi agar penanganan medis dapat segera diberikan sebelum kondisinya memburuk.
Untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang buah hati secara optimal, kamu dapat mengecek jadwal dokter spesialis anak serta membuat janji temu melalui situs bunda.co.id maupun aplikasi OneBunda.
Jika kamu membutuhkan bantuan pendaftaran atau informasi layanan medis lainnya, silakan hubungi Call Center RS Bunda di nomor 1-500-799.