Hire Karyawan atau Outsource? Ini 6 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan

Hire Karyawan atau Outsource? Ini 6 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan

Outsourcing merupakan strategi dimana perusahaan menggunakan layanan dari pihak luar untuk melakukan aktivitas tertentu yang sebelumnya dilakukan oleh tim internal.

Hal ini dapat mencakup berbagai fungsi seperti TI, keuangan, sumber daya manusia, layanan pelanggan, dan produksi.

Tujuan utama dari outsourcing adalah untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya operasional, dan memungkinkan fokus yang lebih besar pada inti bisnis perusahaan.

Sebagai pemilik atau manajer suatu bisnis, kamu perlu mengetahui apa saja yang perlu  di pertimbangkan untuk merekrut karyawan baru atau menggunakan layanan outsourcing. Berikut ini beberapa pertimbangannya.

Pertimbangan Rekrutmen Karyawan

Biaya

Mempekerjakan karyawan baru melibatkan biaya langsung seperti gaji, tunjangan, asuransi, dan manfaat karyawan. Disamping itu, biaya tambahan seperti biaya perekrutan, pelatihan, dan pengembangan karyawan juga perlu dipertimbangkan. I

ni bisa menjadi investasi jangka panjang yang signifikan bagi perusahaan, meskipun memberikan kontrol yang lebih besar terhadap proses internal dan kualitas kerja.

Di sisi lain, outsourcing dapat menawarkan struktur biaya yang lebih fleksibel. Meskipun biaya per jam atau per transaksi bisa lebih tinggi daripada mempekerjakan karyawan, outsourcing menghilangkan kewajiban jangka panjang terkait dengan gaji dan manfaat.

Ini mengurangi risiko terkait dengan fluktuasi permintaan atau perubahan pasar, karena perusahaan hanya membayar untuk layanan yang sebenarnya digunakan.

Baca Juga: Pentignya Menguasai Bahasa Inggris dalam Dunia Kerja

Fleksibilitas

Fleksibilitas

Mempekerjakan karyawan baru memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola dan mengarahkan tim internal sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Karyawan dapat secara langsung terlibat dalam budaya perusahaan dan secara lebih mudah beradaptasi dengan perubahan strategis atau operasional yang mungkin terjadi.

Selain itu, fleksibilitas ini memungkinkan untuk pengembangan keterampilan internal dan penyesuaian peran kerja dengan lebih baik untuk menghadapi tantangan yang berkembang.

Di sisi lain, outsourcing sering kali menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dalam menyesuaikan kapasitas dan skala layanan sesuai dengan permintaan bisnis yang berubah-ubah.

Perusahaan dapat dengan cepat menyesuaikan layanan yang diperlukan tanpa harus menanggung biaya atau keterlibatan tambahan yang terkait dengan mempekerjakan karyawan baru.

Hal ini sangat bermanfaat dalam menghadapi fluktuasi sementara atau proyek-proyek spesifik yang memerlukan keahlian khusus yang tidak tersedia secara internal.

Skalabilitas

Mempekerjakan karyawan baru memungkinkan untuk mengontrol dan menyesuaikan tim internal dengan lebih fleksibel dalam jangka panjang.

Hal ini bisa menjadi strategi yang tepat jika perusahaan memperkirakan pertumbuhan yang stabil dan konsisten dalam kebutuhan operasionalnya.

Namun, tantangan muncul ketika perusahaan dihadapkan pada fluktuasi sementara dalam permintaan atau proyek-proyek yang memerlukan skala yang berubah-ubah.

Di sisi lain, outsourcing menawarkan skalabilitas yang lebih besar karena perusahaan dapat dengan cepat menyesuaikan kapasitas layanan yang diperlukan tanpa harus menanggung biaya tetap yang terkait dengan mempekerjakan karyawan baru.

Business Process Outsourcing (BPO) memungkinkan perusahaan untuk dengan cepat menyesuaikan kapasitas operasional mereka sesuai dengan fluktuasi permintaan atau kebutuhan proyek tertentu. Ini berarti perusahaan dapat mengelola sumber daya dengan lebih efisien dan mengurangi risiko over atau under staffing.

Kontrol dan Manajemen

Kontrol dan Manajemen

Mempekerjakan karyawan baru memberi perusahaan kontrol yang lebih besar atas pengembangan budaya perusahaan dan pengelolaan langsung terhadap kinerja dan hasil kerja.

Ini berarti manajemen dapat lebih aktif terlibat dalam mengarahkan tim, memantau kemajuan proyek, dan memberikan umpan balik secara langsung kepada anggota tim.

Kontrol ini juga memungkinkan perusahaan untuk lebih fleksibel dalam menyesuaikan strategi operasional dan mengatasi tantangan yang muncul dengan cepat.

Namun, outsourcing juga menawarkan manfaat dalam hal manajemen dan kontrol yang efisien. Dengan menggunakan layanan outsourcing, perusahaan dapat mengandalkan penyedia yang memiliki pengalaman dan keahlian yang teruji dalam area tertentu, seperti IT, keuangan, atau layanan pelanggan.

Ini dapat mengurangi beban manajemen internal yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya manusia dan fokus lebih besar pada aspek inti bisnis.

Meskipun tidak ada kontrol langsung terhadap karyawan yang ditempatkan di luar perusahaan, perusahaan masih memiliki kontrol atas spesifikasi layanan, tingkat layanan yang diharapkan, dan hasil akhir.

Baca Juga: Terobosan RED Asia Inc. Mendorong Transformasi Digital

Jenis Profesi yang Diinginkan

Jenis Profesi yang Diinginkan

Mempekerjakan karyawan baru memungkinkan perusahaan untuk secara langsung mengontrol perekrutan individu yang memiliki keterampilan dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.

Ini penting terutama jika perusahaan menginginkan keahlian yang sangat khusus atau spesifik dalam operasi atau proyek tertentu.

Dengan memiliki tim internal yang beragam dalam keahlian dan pengalaman, perusahaan dapat membangun budaya kerja yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan dan memastikan bahwa keahlian yang dibutuhkan tersedia secara terus menerus.

Di sisi lain, outsourcing sering kali menawarkan akses instan terhadap jenis profesi yang langka atau khusus yang mungkin sulit ditemukan secara lokal atau mahal untuk dikembangkan secara internal.

Layanan outsourcing dapat menyediakan ahli yang terlatih dan berpengalaman dalam berbagai disiplin ilmu, seperti IT, pemasaran digital, atau manajemen keuangan.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengambil keuntungan dari spesialisasi yang telah terbukti dari penyedia layanan yang terkemuka, tanpa perlu menanggung biaya penuh untuk pengembangan dan retensi karyawan dalam jenis profesi yang mungkin tidak memerlukan kehadiran fisik di dalam perusahaan secara terus menerus.

Dalam konteks memilih antara mempekerjakan karyawan atau menggunakan layanan outsourcing untuk jenis profesi seperti office boy, security, atau supir, faktor efisiensi dan skala operasional menjadi pertimbangan utama. Misalnya, bagi perusahaan logistik di Jakarta, outsourcing tenaga kerja supir bisa menjadi pilihan yang lebih efisien.

Penyedia layanan outsourcing khusus dalam hal ini dapat menawarkan skala yang lebih besar dalam perekrutan dan manajemen supir, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengelola armada dengan lebih efektif tanpa harus menangani aspek administratif seperti penggajian, pelatihan, atau pengelolaan karyawan secara langsung.

Hukum dan Kepatuhan

Mempekerjakan karyawan berarti perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap pemenuhan peraturan ketenagakerjaan, seperti upah minimum, jam kerja, cuti, dan asuransi karyawan.

Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa semua praktik pengelolaan karyawan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku untuk mencegah potensi sanksi atau litigasi yang dapat merugikan reputasi perusahaan.

Di sisi lain, outsourcing dapat mengurangi beban terkait dengan pemenuhan hukum dan kepatuhan karena penyedia layanan outsourcing biasanya sudah mematuhi berbagai peraturan ketenagakerjaan dan pajak yang berlaku.

Meskipun demikian, perusahaan tetap bertanggung jawab untuk memastikan bahwa penyedia layanan outsourcing mematuhi standar hukum yang relevan, terutama dalam hal privasi data, keamanan informasi, dan kontrak kerja sama yang jelas.

Secara umum, memilih antara mempekerjakan karyawan baru atau menggunakan layanan outsourcing adalah keputusan strategis yang mempengaruhi berbagai aspek operasional dan keberlanjutan perusahaan.

Setiap opsi memiliki kelebihan dan tantangan yang perlu dipertimbangkan dengan seksama, tergantung pada kebutuhan spesifik perusahaan, situasi pasar, dan tujuan jangka panjang.

Perusahaan perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini dengan cermat untuk menemukan solusi yang paling sesuai dengan strategi bisnis mereka dan untuk memastikan bahwa keputusan tersebut mendukung pertumbuhan dan keberhasilan jangka panjang.

By thekurniawans

The Kurniawans adalah sebuah catatan keluarga, jelajahi kisah pengasuhan, perjalanan, dan semua cerita menyenangkan.

14 thoughts on “Hire Karyawan atau Outsource? Ini 6 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan”
  1. Memutuskan antara merekrut karyawan atau outsourcing adalah keputusan yang kompleks. Memutuskan apakah akan merekrut karyawan baru atau menggunakan jasa outsourcing merupakan keputusan penting bagi kelangsungan bisnis. Kedua pilihan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan dan situasi unik perusahaan

  2. Jadi keinget zaman di Batam dulu, liat banyak orang yang kena status outsource, pindah-pindah perusahaan setiap setelah kontrak abis, gitu terus sampai kena batasan usia. Akhirnya banyak juga yang nyambi kuliah demi berharap one day nggak kena status karyawan outsource terus yang biasanya cuma butuh standar pendidikan SMA.

    1. Ada plus minusnya juga sih kitanya, tapi perusahaan juga pasti udah mempertimbangkan efisiensi bagi mereka juga. Hehee.

  3. Selalu jadi pertimbangan yang perlu perhatian lebih enggak sih kedua pilihan tersebut? Apapun pilihannya tentunya harus melalui kajian dan pertimbangan yang baik dari banyak sudut pandang. Begitu menurut saya. Hehe.

  4. bagi pengusaha outsorcing akan lebih simpel dan sederhana dibandingkan merekrut karyawan secara langsung. Namun untuk jangka panjang, hire karyawan akan sangat baik karena bisa jadi aset perusahaan yang berharga jika didevelop dengan tepat.

  5. Kedua cara tersebut bagus, tergantung pada perusahaan mau pilih yang mana. Merekrut karyawan langsung maupun menggunakan jasa outsourcing tentu ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apalagi terkait dengan dana yang harus dikeluarkan, ini pasti penuh perhitungan. TFS 🙂

  6. Akhirnya semua terpulang pada kebutuhan sih, ya. Namun ini jadi semacam alarm bagi para pencari kerja, untuk ningkatin mutu diri sehingga perusahaan merasa perlu menjadikannya karyawan tetap.

  7. Ada plus minusnya dan membutuhkan pertimbangan panjang. Tapi, kalau kontrak terus mungkin agak sulit mendapatkan karyawan yang loyal. Apapun itu memang harus matang pertimbangannya.

  8. Pastikan calon karyawan tuh amanah. Jangan sampai ada kesempatan dikit saja langsung deh beraksi aneh-aneh. Perlu pertimbangan jelas juga seperti syarat-syarat di atas

  9. Rekrut karyawan baru atau outsourcing sama-sama ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi yang pasti sih mesti the right man on the right place, bukan titipan orang dalam.

  10. Sebagai pemimpin bisnis, kita gak boleh terlalu gegabah mencari outsource terlalu cepat ya. Terpenting buat klasifikasi tenaga yang diperlukan terlebih dahulu, agar kita bisa benar-benar menyaring tenaga kerja dan mendapatkan yang memang berkualitas

  11. cocok banget tipsnya buat para pelaku usaha sebelum melakukan rekrutmen karyawan dan pastinya poin-poin di atas memang wajib banget untuk dipertimbangkan baik buruknya dan untung ruginya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *