
“Aku baru aja ngasih makan Chiro lho, kok udah minta lagi ya?”
Kalimat itu terucap begitu saja saat Chiro kembali mengeong di dekat mangkuk makannya. Padahal beberapa jam sebelumnya ia baru saja menghabiskan jatah snack-nya. Kok rasanya Chiro ngga kenyang-kenyang sih.
Baru juga sebentar dikasih makan, eh beberapa saat kemudian udah sibuk mondar-mandir di dapur dengan tatapan penuh harap. Ia sibuk merengek di bawah kakiku, dan sesekali mengeong sangat manja. Gemessss banget sih lihatnyaaa.
Akhirnya muncul juga pertanyaan yang sering dialami banyak pemilik kucing: sebenarnya berapa kali kucing harus makan dalam sehari?
Jawabannya pun ngga sesederhana dua kali atau tiga kali sehari. Setiap kucing memiliki kebutuhan berbeda, tergantung usia, kondisi tubuh, hingga aktivitas hariannya. Bahkan pola makan kucing juga berbeda dengan manusia.
Mengapa Kucing Sering Terlihat Lapar?
Banyak orang masih menganggap kalau kucing punya pola makan seperti manusia. Biasanya kita makan dalam porsi besar, tiga kali sehari. Namun secara alami, kucing termasuk mamalia yang lebih suka makan sedikit demi sedikit sepanjang hari.
Di alam liar, kucing berburu mangsa berukuran kecil beberapa kali untuk memenuhi kebutuhan energinya. Jadi memang sebaiknya memberi mereka makanan dalam porsi kecil dengan frekuensi yang lebih sering.
Kalau kamu melihat kucing beberapa kali mendatangi mangkuk makan, belum tentu ia benar-benar kelaparan. Mungkin bisa jadi memang itu bagian dari naluri alaminya.
Meski demikian, bukan berarti kamu harus terus-menerus menambahkan makanan setiap kali kucingmu datang menghampiri. Pastikan saja kamu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya dengan baik.
Jadi, Berapa Kali Kucing Perlu Diberi Makan?
Sebenarnya tidak ada angka yang benar-benar mutlak sih. Aku sendiri yang membesarkan Chiro mulai dari kitten hingga dewasa, lebih suka mengikuti jadwal makan tiga kali sehari. Kadang disela-sela itu aku juga menyelipkan camilan dengan porsi sedang.
Kuncinya bukan pada seberapa sering mangkuk diisi, melainkan apakah total makanan yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan kucing setiap hari.
Kamu wajib memperhatikan usia, berat badan, aktivitas, dan kondisi tubuh anabul kesayangan saat menentukan jadwal makanannya.
Jadwal Makanan untuk Kitten yang Sedang Tumbuh

Aku ingat banget sewaktu pertama kali Chiro datang ke rumah. Chiro datang sendiri ke rumah, saat itu memang ada kucing kampung yang baru lahiran. Aku yang ngga terlalu suka anabul, awalnya ngga setuju menjadikan Chiro bagian dari keluarga kami.
Tapi anakku, Ghazan, tiap hari merengek pingin banget kitten ini tinggal di rumah. Duh, mana setiap hari datang ke rumah juga. Lama-lama luluh juga hatiku, karena suami juga memberi lampu hijau menambah anggota keluarga baru.
Kami memang masih awam soal memelihara makhluk lucu ini. Setelah cari info sana sani, tanya ke teman yang lebih senior memelihara kucing bertahun-tahun, aku pun tahu kalau anak kucing butuh nutrisi lebih tinggi.
Masa pertumbuhan membuat mereka membutuhkan energi dan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan tulang, otot, serta organ tubuh.
Karena kapasitas lambungnya kecil banget, aku biasanya membagi kebutuhan makanan harian kitten menjadi tiga kali makan, pokoknya lebih dari dua kali dalam sehari. Jadwal rutinnya sih pagi, siang, malam.
Namun jadwal ini bukan aturan yang baku banget, bisa lah menyesuaikan sama kebutuhan nutrisi hariannya.
Oh ya, pemilihan makanan juga penting banget dan perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhannya. Kitten membutuhkan makanan dengan nutrisi lengkap dan seimbang yang khusus dirancang untuk masa tumbuh kembangnya.
Pilihanku jatuh pada BOLT Cat Food Mother & Kitten, dengan formula khusus anak kucing maupun induk yang sedang hamil atau menyusui. Sudah dilengkapi dengan kandungan protein, taurine, Omega 3 & 6, serta berbagai nutrisi yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
Jadwal Makan untuk Kucing Dewasa
Saat memasuki usia dewasa, kebutuhan energi kucing cenderung lebih stabil. Namun kebiasaan makan sedikit demi sedikit biasanya tetap dipertahankan.
Dalam keseharian, banyak pemilik kucing yang memberikan makan dua hingga tiga kali sehari. Cara ini cukup praktis sekaligus memudahkan pengaturan porsi makanan. Aku biasanya memilih cara ini, soalnya males ribet bolak-balik kasih makan mulu hehehe.
Namun ada juga pemilik yang memilih membagi makanan menjadi beberapa porsi kecil sepanjang hari. Keduanya sama-sama bisa diterapkan, terserah mana yang memudahkan kamu aja.
Pokoknya yang terpenting adalah menjaga konsistensi jadwal makan dan memastikan nutrisi kucing kesayangan kamu udah lengkap dan seimbang.
Setelah Chiro dewasa, aku mengganti makanannya dengan BOLT Cat Food Adult yang punya beberapa pilihan varian. Tentu saja sudah mengandung protein, taurine, Omega 3&6, serta nutrisi lain yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing dewasa.
Bagaimana dengan Induk Kucing yang Sedang Menyusui?

Kucing yang sedang menyusui memiliki kebutuhan energi jauh lebih tinggi daripada kucing dewasa biasa. Tubuhnya jelas membutuhkan asupan tambahan untuk memproduksi susu sekaligus menjaga kondisi tubuhnya tetap optimal.
Karena itu, makanan biasanya disediakan secara ad libitum, yaitu tersedia setiap saat. Sehingga induk kucing dapat makan sesuai kebutuhannya setiap waktu.
Pastikan selalu menyediakan air minum bersih ya. Selama masa menyusui, kebutuhan cairan juga ikut meningkat sehingga ketersediaan air minum menjadi sangat penting.
Jangan Hanya Fokus pada Frekuensi Makan
Kesalahan yang cukup sering terjadi yaitu ketika kamu terlalu fokus menghitung berapa kali kucingmu makan, tapi malah kurang memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi dalam sehari.
Agak tricky sih, padahal yang menentukan adalah total asupan nutrisi yang diterima kucing.
Sebagai permulaan, kamu bisa mengikuti panduan pemberian makan (feeding guide) yang tersedia pada kemasan makanan. Panduan ini akan sangat membantu memperkirakan kebutuhan harian berdasarkan berat badan maupun tahap kehidupan kucing. BOLT Cat Food juga sudah dilengkapi feeding guide pada kemasannya. Kamu jadi lebih mudah mengatur porsi makan kucingmu.
Namun perlu kamu ingat, setiap kucing memiliki metabolisme yang berbeda. Seperti manusia, ada yang aktif sepanjang hari, ada pula yang lebih suka mager dan menghabiskan waktu buat tidur seharian.
Jadi kamu pun perlu melakukan pemantauan berat badan dan Body Condition Score (BCS) secara rutin, misalnya setiap minggu. Harapannya porsi makan bisa disesuaikan dan dievaluasi kalau berat badan meningkat, menurun, atau terjadi perubahan kondisi tubuh.
Tips Menjaga Pola Makan Kucing Tetap Seimbang

1.Tetapkan Jadwal yang Konsisten
Usahakan memberi makan pada waktu yang relatif sama setiap hari. Rutinitas yang konsisten membantu kucing beradaptasi dengan jadwal makannya.
2. Sesuaikan Total Porsi dengan Kebutuhan Harian
Jangan terlalu fokus pada frekuensi, tapi lebih baik memastikan total makanan yang diberikan sesuai dengan usia, berat badan, dan aktivitas kucing.
3. Pantau Berat Badan Secara Berkala
Lakukan pemantauan berat badan dan BCS secara rutin untuk mengetahui apakah porsi makan yang diberikan sudah sesuai.
4. Jangan Takut Menyesuaikan Porsi
Panduan pada kemasan merupakan titik awal yang baik, tetapi bukan aturan yang harus diterapkan secara baku pada semua kucing.
5. Sediakan Air Minum
Air minum yang bersih dan segar memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kucing setiap hari. Apalagi untuk induk yang sedang menyusui, pastikan kebutuhan cairannya selalu terpenuhi dengan baik.
FAQ

Apakah kucing boleh makan lebih dari tiga kali sehari?
Boleh. Banyak kucing memang lebih nyaman makan dalam porsi kecil beberapa kali sepanjang hari. Yang penting, total kebutuhan nutrisi hariannya tetap terkontrol.
Kenapa kucing terlihat selalu lapar?
Belum tentu karena lapar. Secara alami kucing memang terbiasa makan sedikit demi sedikit dengan frekuensi yang cukup sering.
Apakah kitten harus makan lebih sering?
Ya. Anak kucing yang sedang tumbuh biasanya membutuhkan frekuensi makan yang lebih sering dibandingkan kucing dewasa karena kebutuhan energinya lebih tinggi.
Apakah feeding guide pada kemasan selalu akurat?
Feeding guide merupakan panduan awal yang sangat membantu. Namun kebutuhan setiap kucing bisa berbeda sehingga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitasnya.
Penutup
Pada akhirnya, pertanyaan tentang berapa kali kucing harus makan dalam sehari tidak memiliki jawaban yang sama untuk semua anabul.
Ada yang nyaman makan dua kali sehari, ada pula yang lebih cocok dengan beberapa porsi kecil sepanjang hari. Yang terpenting bukan sekadar frekuensi makan, melainkan memastikan kebutuhan nutrisi hariannya terpenuhi dengan baik.
Dengan memahami kebiasaan makan alami kucing, memilih makanan yang sesuai dengan tahap kehidupannya, serta memantau kondisi tubuh secara rutin, kita bisa membantu mereka tetap aktif, sehat, dan bahagia setiap hari. BOLT Cat Food menjadi pilihan tepat, karena tersedia untuk Adult Cat maupun Mother & Kitten.
Kamu bisa mencari informasi lebih lengkap tentang BOLT Cat Food melalui Instagram @boltpetfoodid, TikTok BOLT, atau Facebook BOLT Pet Food Indonesia. Selain itu untuk pembelian, langsung aja mampir di Pet Shop langganan atau Official Store CPPETINDO di e-commerce kesayangan kamu.