Insto Dry Eyes Menemaniku Menyambut Kemeriahan Lomba 17 Agustus

Insto Dry Eyes Menemaniku Menyambut Kemeriahan Lomba 17 Agustus

“Mbaaa, bantu-bantu lagi yaa buat lomba 17-an,” kata ketua paguyuban di perumahanku.

Sebenernya sih aku males yah, sudah jadi agenda tahunan banget kalau aku wajib jadi panitia Agustusan. Tapi apa daya, jawabanku hanya, “Iya bu, siap!”

Ya udahlah, ayo bantu-bantu di sini, biar RT kami makin guyub dengan momen lomba 17 Agustusan ini. Bukan hanya suasana merah putih yang menghiasi kiri dan kanan perumahan, tapi semarak momen kebersamaannya. Perayaan 17 Agustus menjadi kesempatan untuk berkumpul, bercanda dan menciptakan kenangan bersama tetangga.

Tahun ini memang terasa lebih istimewa.

Beberapa ibu di perumahanku mulai merencanakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan. Mulai dari senam sehat dan Zumba, lomba anak-anak, hingga berbagai permainan yang seru dan menghadirkan tawa.

Aku jelas turut terlibat dalam persiapannya.

Karena sehari-hari cukup akrab dengan dunia blogging dan pembuatan konten digital, aku dipercaya untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan publikasi acara. Mulai dari desain poster, jadwal kegiatan, pengumuman di grup WhatsApp, hingga dokumentasi acara lomba.

Awalnya aku senang karena memang sesuai dengan skill-ku, sehingga aku bisa berkontribusi dengan kemampuan yang kumiliki. Namun tanpa kusadari, kesibukan tersebut malah membuatku lebih lama duduk di depan layar daripada biasanya.

Berjam-jam Menatap Layar demi Menyiapkan Acara

Siang hari setelah beres-beres pekerjaan rumah, aku mulai membuka laptop untuk membuat desain poster lomba. Malamnya aku mulai menyicil bikin video singkat yang isinya ajakan mengikuti rangkaian kegiatan 17 Agustusan.

Tak jarang aku harus berpindah dari laptop ke ponsel berkali-kali. Karena aplikasi yang aku pakai adalah Capcut dan gelerinya ada di HP. Memang lebih fleksibel ngedit langsung pakai HP.

Mulai dari revisi desain, membalas WA Grup Panitia Lomba 17-an, memperbaiki jadwal kegiatan, mengunggah materi promosi, yapss semua adalah jobdesc-ku.

Sebagai blogger dan content creator, aktivitas ini memang sudah menjadi bagian dari keseharianku. Namun menjelang perayaan 17 Agustus, intensitasnya meningkat cukup drastis.

Hingga puncaknya minggu lalu, saat aku menyelesaikan flyer terakhir untuk pengumuman lomba anak-anak. Di meja kerja, ditemani segelas susu hangat, tanpa terasa jam menunjukkan hampir pukul sebelas malam. Semantara aku masih sibuk revisi beberapa detail kecil pada desain.

Aku ingin semua terlihat cantik, rapi, dan profesional meskipun hanya lomba RT. Namun malam itu, mataku sepertinya mulai memberikan sinyal yang tak bisa kuabaikan.

Saat Mata SEpet, PErih, dan LElah Mulai Mengganggu

Awalanya aku merasa mataku sedikit kurang nyaman, namun aku hanya mengira sedang mengantuk saja. Namun semakin lama menatap layar, rasa makin terasa mengganggu.

Mataku mulai terasa SEpet, kelopak mata pun semakin berat dan aku menjadi lebih sering berkedip. Tak lama kemudian kok jadi PErih, terutama ketika aku terus menerus beripindah melihat layar laptop dan ponsel.

Gongnya yang paling mengganggu adalah rasa LElah yang bikin mata makin berat. Fokusku makin menurun karena harus membaca ulang pesan dan jadwal kegiatan. Bahkan rasanya desain yang kukerjakan ngga selesai-selesai karena konsentrasiku mulai buyar.

Sebagai seseorang yang terbiasa bekerja dengan layar digital, kondisi ini membuatku khawatir. Apalagi, acara tinggal menghitung hari!

Ketika Gejala Mata Kering Hampir Mengubah Momen yang Sudah Kutunggu

Jujur saja, saat itu aku malah kesal sama diriku sendiri. Aku yang awalnya nggak semangat, sekarang rasanya ingin memberikan totalitas dalam menyiapkan acara. Namun, aku malah lupa memberikan istirahat yang cukup untuk mata.

Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya ringan menjadi lebih melelahkan. Aku jadi lebih sering berhenti bekerja hanya untuk memejamkan mata beberapa saat.

Satu hal yang membuatku makin khawatir, aku jadi tidak bisa menikmati kemeriahan acara yang sudah lama ditunggu warga. Rasanya sayang banget jika momen setahun sekali ini justru terganggu cuma karena mata yang tak bisa diajak berkompromi.

Saat itu aku jadi menyadari kalau gejala mata kering bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele.

Menemukan Insto Dry Eyes dengan Mudah

Menemukan Insto Dry Eyes dengan Mudah
(sumber: foto pribadi)

Kebetulan saat berbelanja kebutuhan lomba dan beberapa hadiah lomba, aku mampir ke Indomaret dekat rumah. Aku teringat pada Insto Dry Eyes andalanku. Ternyata cukup mudah menemukannya.

Sebagai ibu yang sering membelah diri untuk urusan pekerjaan, domestik, dan sekolah, kemudahan mendapatkan produk yang dibutuhkan tentu menjadi sebuah privilege. Aku anti ribet banget deh pokoknya.

Sampai di rumah, aku langsung menggunakan #InstoDryEyes sesuai petunjuk penggunaan. Lega banget deh, rasanya mataku jauh lebih nyaman. Sensasi mata kering dan perih yang sebelumnya cukup mengganggu mulai jauh berkurang. Aku pun bisa kembali menyelesaikan berbagai persiapan acara dengan fokus.

Agar Mata Tetap Nyaman di Tengah Kesibukan Panitia

Pengalaman menjelang perayaan 17 Agustus itu membuatku lebih peduli pada kesehatan mata. Aku sadar bahwa semangat membantu kegiatan lingkungan tidak boleh membuatku lupa menjaga diri sendiri.

Karena itu, ada beberapa kebiasaan yang kini selalu kuusahakan ketika aktivitas di depan layar meningkat.

Menyempatkan Mata Beristirahat Sejenak

Saat sedang membuat desain atau mengedit video, aku berusaha tidak terus-menerus menatap layar. Sesekali aku mengalihkan pandangan ke luar jendela, melihat pepohonan di depan rumah, atau sekadar berjalan ke dapur untuk mengambil minum.

Tidak Menunggu Mata Terasa Sangat Lelah

Dulu aku sering memaksakan diri untuk menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas. Sekarang aku lebih sering memberikan jeda sebelum mata terasa terlalu lelah.

Memperhatikan Asupan Cairan

Ternyata hal sederhana seperti minum air putih yang cukup juga penting. Ketika sedang sibuk, aku sering lupa minum dan baru sadar saat botol minum di meja masih penuh hingga sore hari.

Mengatur Pencahayaan Saat Bekerja

Aku juga mulai lebih memperhatikan pencahayaan ruangan dan tingkat kecerahan layar laptop agar mata tidak bekerja terlalu keras.

Menyediakan Insto Dry Eyes

Menyediakan Insto Dry Eyes
(sumber: foto pribadi)

Selain kebiasaan-kebiasaan tersebut, aku juga menyediakan Insto Dry Eyes untuk membantu agar #BebasMataKering. Saat gejala mata kering mulai muncul, bisa langsung tetesin Insto Dry Eyes kapan aja.

Sehingga aktivitas tetap bisa berjalan dengan lancar dan nyaman.

Menikmati Momen Kebersamaan dengan Lebih Nyaman

Menikmati Momen Kebersamaan dengan Lebih Nyaman
(sumber: foto pribadi)

Akhirnya hari yang kami nantikan pun tiba!

Melihat anak-anak berlarian mengikuti lomba, mendengar tawa para ibu saat senam bersama, dan menyaksikan semangat kebersamaan yang memenuhi lingkungan membuat semua usahaku terbayar lunas.

Di tengah kemeriahan merah putih yang menghiasi kampung kami, aku belajar satu hal penting.

Semangat menyambut momen berharga memang penting, tetapi kesehatan mata juga tidak boleh diabaikan. Karena ketika mata mulai terasa SEpet, PErih, dan LElah, itu bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

Yuk, mulai sekarang #MataSePeLeJanganSepelein deh!

By Kurniawans3G

The Kurniawans adalah sebuah catatan keluarga, jelajahi kisah pengasuhan, perjalanan, dan semua cerita menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *